Tomohon – Kurangnya pelayanan kepentingan umum kini dirasakan oleh masyarakat dan pengguna jalan di kelurahan Matani dua.
Pada media ini, Dave Tampi, ST., Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tomohon tengah, menyoroti permasalahan minimnya penerangan jalan di wilayah Matani Dua, Senin, (23/03/2025).
Setelahnya sebelumnya sampah rumah tangga yang bertumpuk dan lama diangkat, kini sepanjang Jalan Garuda menjadi gelap selama sepekan.
Beliau mengungkapkan keprihatinannya terkait penurunan pelayanan kepada masyarakat berdampak negatif.
Dampak yang ditimbulkan terjadi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Minimnya penerangan jalan, menurutnya, secara signifikan menghambat aktivitas UMKM di kawasan tersebut.
Para pelaku usaha mengeluhkan penurunan omset pendapatan akibat minimnya aktivitas ekonomi di malam hari.
Kegelapan juga menyebabkan kesulitan bagi pengguna jalan, khususnya pejalan kaki yang terpaksa menggunakan trotoar dalam kondisi yang tidak aman.
“Sangat disayangkan, pajak penerangan jalan yang telah dibayarkan oleh pemerintah daerah tampaknya belum dimaksimalkan penggunaannya,” ujar Dave Tampi.
Beliau menekankan pentingnya penerangan jalan yang memadai tidak hanya untuk menunjang aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga.
Kondisi jalan yang gelap gulita, lanjut Dave Tampi, juga meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pejalan kaki.
Selain itu, kegelapan dapat menjadi pemicu meningkatnya potensi kriminalitas di wilayah tersebut.
Ketua LPM berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini.
Ia mengharapkan pemerintah adanya perbaikan dan peningkatan penerangan jalan di Matani Dua menjadi hal yang mendesak guna mendukung aktivitas ekonomi, menjamin keselamatan warga, dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.