Cuaca Ekstrem, Warga Minahasa Diimbau Waspada Bencana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Lona Wattie SSTP.

@Imanuel Kaloh / Pewartasulut.com

TONDANO– Angin kencang disertai Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa. Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG, cuaca ekstrem ini akan terjadi selama 7 hari kedepan.

Cuaca ekstrem ini diperkirakan dapat memicu bencana seperti banjir, Pohon tumbang di jalan raya, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa kemudian mengeluarkan peringatan dini. Tim Reaksi Cepat (TRC) yaang selalu siaga 1×24 jam.

Pihaknya juga mengaktifkan posko siaga bencana, dan berbagai upaya serta langkah-langkah mitigasi bencana, untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem.

“Sesuai surat edaran BMKG, kami juga langsung mengeluarkan edaran bagi warga Minahasa, khususnya wilayah yang berpotensi bencana untuk tetap waspada,” kata Kepala BPBD Lona Wattie SSTP di Kantornya , Rabu (17/01/24).

Guna mitigasi dan penanggulangan serta pasca bencana lanjut Lona, pihaknya telah menyiapkan peralatan dalam posko siaga bencana, termasuk perahu karet, tenda darurat, selimut, dan bahan makanan siap saji.

Selain itu, BPBD juga akan memperkuat jaringan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri, SAR, dan relawan untuk memaksimalkan upaya mitigasi bencana dan penanganan pasca-bencana

Pihak BPBD tambah Lona berharap, kerjasama masyarakat untuk terus memantau akan perkembangan cuaca melalui Media Massa, dan layanan informasi dari BMKG.

 “Selain mengimbau, kami juga meminta kerjasa semua pihak, serta mengikuti arahan BPBD dalam hal evakuasi atau langkah-lahkah pencegahan,” terangnya.

Dengan kerja sama dan kesiapan bersama dari semua pihak, diharapkan bencana dapat diminimalisasi dan masyarakat dapat terhindar dari dampak yang lebih serius. BPBD juga selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang ada di Minahasa guna menopang kinerja BPBD Minahasa.

“Sangat diharapkan kepada wisatasan yang ingin berwisata di pantai agar dapat mentaati batas batas yang telah ditentukan untuk bersantai, mengingat air pasang saat ini,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *